Setelah sebelumnya melakukan “blunder” dengan menyetujui Resolusi 1747 DK PBB (24/3/2007) tentang pengenaan sanksi terhadap program nuklir Iran, Indonesia akhirnya berani menyatakan abstain pada pemungutan suara oleh DK PBB di Markas Besar PBB di New York (3/3).
Indonesia menjadi satu-satunya dari 15 negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tidak menyetujui pengesahan Resolusi 1803 tentang sanksi tambahan buat Iran terkait program nuklir di negara para Mullah tersebut.
Ini sangat betolak belakang dengan apa yang pernah dilakukan negeri ini setahun lalu ketika “tanpa sadar” ikut mendukung Resolusi 1747 DK PBB yang konon sudah disiapkan oleh Prancis, Inggris dan Jerman. Dan sudah tentu saja zionis Israel.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Mutammimul Ula, seperti dikutip ANTARA News di Jakarta, (4/3) menilai Indonesia membuat langkah mengejutkan, dengan memilih abstain di Dewan Keamanan PBB saat voting terhadap resolusi tahap ketiga yang menjatuhkan sanksi terhadap Iran.
“Sikap ini benar-benar mengejutkan banyak pihak, karena biasanya Indonesia mengikuti kecenderungan Amerika Serikat. Apalagi semua anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), baik yang tetap maupun tidak tetap, menyetujui resolusi itu,” ungkapnya.
Sebagai anggota tidak tetap DK PBB, Pemerintah Indonesia cukup berani menjalankan diplomasi politik yang bebas aktif. Nampaknya, Indonesia ingin lebih jernih melihat kasus pengayaan nuklir Iran. Berdasarkan laporan badan pengawas atom PBB (IAEA), faktanya Iran memang tidak memproduksi senjata massal dan tidak ditemukan penyimpangan yang mengarah kepada kepentingan militer.
Terlepas dari banyaknya masalah yang terus membelit negeri ini, namun sikap yang ditunjukkan para wakil Indonesia di DK PBB sungguh menjadikan harga diri bangsa ini kembali terhormat. Sikap tegas untuk tidak bisa didikte oleh negara-negara “penyamun” inilah yang membuat nama Indonesia kembali diperhitungkan di dunia internasional.
Indonesia Bisa!! Be the leader among developed countries and give a course to those hypocrites. (*)



Yang kasih komentar