Inggris terjajah di negeri sendiri

3 04 2008

three-lions.gifMaaf judul diatas seharusnya, sepakbola Inggris terjajah di negeri sendiri. Tapi nggak apalah saya bikin judul seperti itu, supaya eye catching aja.

Inggris boleh saja mengklaim sebagai negeri ibu sepakbola dimana olah raga yang dimainkan 22 orang itu dilahirkan, atau satu-satunya negara di dunia yang memiliki liga kompetisi domestik terbaik. Namun kalau dicermati, justru di negeri sendiri sepak bola mereka terjajah.

Lihat saja, the big four masing-masing MU, Chelsea dan Liverpool yang sekarang sedang berlaga di liga Champion, kini sudah pindah kepemilikan dan hanya menyisakan Arsenal. Di deretan papan tengah juga ada, beberapa klub yang sudah dibeli pengusaha  asing, seperti Machester City, Aston Villa dan Fulham.

Meski Arsenal masih dimiliki oleh warga Inggris, namun tak ada satupun pemain asal negeri Ratu Elizabeth itu yang menjadi starter di tim asal kota London itu. Paling hanya Theo Walcott, itu pun sering dibangku-cadangkan oleh Arsene Wenger.

Keempat tim papan atas tersebut juga menggunakan pelatih luar Inggris, Pelatih MU, Alex Ferguson berasal Skotlandia, Chelesea selepas era Jose Mourinho digantikan oleh Avrant Grant asal Israel, Arsene Wenger yang melatih Arsenal selama 11 tahun berwarga negara Prancis, dan terakhir Liverpool dilatih oleh Rafael Benitez yang orang Spanyol.

Pertanyaannya, sudah tidak ada lagi kah, pelatih lokal yang mampu menangani klub-klub elit tersebut, sehingga mereka lebih pede menyerahkannya kepada pelatih asing?. Atau mungkin mereka –para pelatih lokal– telah mengidap inferiority complex?

Baca entri selengkapnya »