Maaf judul diatas seharusnya, sepakbola Inggris terjajah di negeri sendiri. Tapi nggak apalah saya bikin judul seperti itu, supaya eye catching aja.
Inggris boleh saja mengklaim sebagai negeri ibu sepakbola dimana olah raga yang dimainkan 22 orang itu dilahirkan, atau satu-satunya negara di dunia yang memiliki liga kompetisi domestik terbaik. Namun kalau dicermati, justru di negeri sendiri sepak bola mereka terjajah.
Lihat saja, the big four masing-masing MU, Chelsea dan Liverpool yang sekarang sedang berlaga di liga Champion, kini sudah pindah kepemilikan dan hanya menyisakan Arsenal. Di deretan papan tengah juga ada, beberapa klub yang sudah dibeli pengusaha asing, seperti Machester City, Aston Villa dan Fulham.
Meski Arsenal masih dimiliki oleh warga Inggris, namun tak ada satupun pemain asal negeri Ratu Elizabeth itu yang menjadi starter di tim asal kota London itu. Paling hanya Theo Walcott, itu pun sering dibangku-cadangkan oleh Arsene Wenger.
Keempat tim papan atas tersebut juga menggunakan pelatih luar Inggris, Pelatih MU, Alex Ferguson berasal Skotlandia, Chelesea selepas era Jose Mourinho digantikan oleh Avrant Grant asal Israel, Arsene Wenger yang melatih Arsenal selama 11 tahun berwarga negara Prancis, dan terakhir Liverpool dilatih oleh Rafael Benitez yang orang Spanyol.
Pertanyaannya, sudah tidak ada lagi kah, pelatih lokal yang mampu menangani klub-klub elit tersebut, sehingga mereka lebih pede menyerahkannya kepada pelatih asing?. Atau mungkin mereka –para pelatih lokal– telah mengidap inferiority complex?
Bahkan untuk sosok pelatih nasional, negeri kerajaan itu menggunakan jasa pelatih asing. Berawal dari Sven Gorran Eriksson, pelatih asal Swedia ini dipecat lantaran gagal membawa tim Inggris ke semi final Piala Eropa 2006, akibat dipecudangi Portugal 6-5. FA (persatuan sepak bola Inggris) saat ini sedang beruji coba dengan Fabio Capello setelah sebelumnya mendepak Steve McClaren karena gagal meloloskan the three lions ke Euro 2008.
Kualitas Capello cukup bagus, tapi jangan harapkan Inggris akan memainkan sepakbola ala kick and rush yang merupakan trademark Stevan Gerrad cs. Karena prinsip Don Capello yang penting menang, entah sistem apa yang akan diterapkan. Strateginya nggak bakalan jauh dari defence alias cattenacio, ciri khas sepak bola asal negeri Capello, Italia. Nah kalau strategi ini yang diterapkan, makin tambah hilang saja roh sepak bola Inggris.
Inggris benar-benar terjajah. Pelatih nasionalnya dipercayakan oleh orang luar, thus pemilik tiga klub papan atas EPL juga dipunyai oleh orang luar Inggris. Sempurnalah sudah kegagalan negara yang melahirkan sepakbola ini. Maka kebanggan apa lagi yang dimiliki Inggris saat ini di percaturan sepakbola dunia?
Bukankah ini sama artinya dengan terjajah di negeri sendiri?


Yang kasih komentar