Ini adalah kisah lain dari Republik Jaim. Sebuah republik mini yang berisi sekumpulan orang-orang dengan perangai yang aneh-aneh.
Tersebutlah Amri, yang diberi kepercayaan presiden untuk mengerjakan sebuah proyek kerjasama dengan sebuah departemen urusan langit. Proyek ini memang selalu dipercayakan kepada Republik Jaim dan sudah dua tahun terakhir ini Amri-lah yang selalu mengerjakan proyek itu. Walau kadang-kadang ada beberapa teman dari negara lain ikut dilibatkan dan cawe-cawe, namun tetap saja hasil kerja Amri yang paling banyak.
Dengan segala keterbatasannya, Amri mengerjakan itu semua dengan ikhlas, meski seorang diri tapi ia tetap konsisten dan bertanggungjawab. Bahkan untuk hari-hari yang bertanggal merah, Amri rela datang ke kantor hanya untuk tidak mengecewakan amanat presiden. Sebulan selesailah proyek kerjasama itu. Tepatnya akhir tahun kabisat.
Tepat pada bulan keempat di tahun yang baru, seorang negoisator dari negeri tetangga datang membawa kabar gembira. Kabar tentang komisi yang diterima untuk proyek yang dikerjakan Republik Jaim dari departemen urusan langit.
Dalam hati Amri senang bukan kepalang, karena di saat-saat yang tepat rejeki bakal menghampiri dirinya. Dia pun sadara bahwa rejeki itu, bukan melulu buat dirinya. Kawan-kawannya di Republik Jaim juga harus dibagi. Itu Amri sangat setuju. Semua penduduk di republik ini harus mencicipi rejeki yang datang setahun sekali ini.


Yang kasih komentar