<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>... sekedar bercerita</title>
	<atom:link href="http://murtiyoso.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://murtiyoso.wordpress.com</link>
	<description>share story with others</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Oct 2011 07:19:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='murtiyoso.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>... sekedar bercerita</title>
		<link>http://murtiyoso.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://murtiyoso.wordpress.com/osd.xml" title="... sekedar bercerita" />
	<atom:link rel='hub' href='http://murtiyoso.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berharap Tuah Sang Raja</title>
		<link>http://murtiyoso.wordpress.com/2011/01/17/berharap-tuah-sang-raja/</link>
		<comments>http://murtiyoso.wordpress.com/2011/01/17/berharap-tuah-sang-raja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 04:29:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imung murtiyoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[gee-ball]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murtiyoso.wordpress.com/?p=549</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Ada sesuatu yang berbeda di Old Trafford saat Manchester United menjamu Liverpool di babak ketiga Piala FA pekan lalu. Sebuah spanduk hitam besar bertuliskan &#8220;King Kenny Returns&#8221; menghiasi salah satu sudut stadion berkapasitas 76.000 tempat duduk itu. Suporter Liverpool tak henti-hentinya menyerukan nama sang raja dan menyambut kehadirannya dengan standing applause. Meski Liverpool kalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murtiyoso.wordpress.com&amp;blog=2983843&amp;post=549&amp;subd=murtiyoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div><img src="http://v-images.antarafoto.com/rpa3_1294849320.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Ada sesuatu yang berbeda di Old Trafford saat Manchester United menjamu Liverpool di babak ketiga Piala FA pekan lalu. Sebuah spanduk hitam besar bertuliskan &#8220;King Kenny Returns&#8221; menghiasi salah satu sudut stadion berkapasitas 76.000 tempat duduk itu. Suporter Liverpool tak henti-hentinya menyerukan nama sang raja dan menyambut kehadirannya dengan <em>standing applause</em>.</p>
<p>Meski Liverpool kalah 0-1 dan gagal melaju ke babak berikutnya, para liverpudlian masih menggantungkan harapan pada sang legenda. Karena bagi mereka, hanya ada satu nama yang dianggap mampu mengembalikan kejayaan klub ini. Bukan Ian Rush, meski Rush selama karirnya telah menyumbang 346 gol. Bukan pula sang dewa, Robbie Fowler, yang pernah membela The Reds dalam 369 pertandingan dan menorehkan 120 gol. Satu nama itu adalah Kenny Dalglish.</p>
<p>Dalglish dianggap sebagai sosok yang paling mengetahui kondisi &#8220;luar-dalam&#8221; Liverpool. Keberhasilannya menyabet tiga gelar juara saat melatih klub itu (1985-1991) dinilai mampu mengentaskan Liverpool dari keterpurukan dan ancaman degradasi.</p>
<p>Akhirnya keinginan sebagian besar suporter agar pemilik Liverpool memanggil Dalglish terkabul. Mantan <em>striker</em> The Reds itu ditunjuk untuk menggantikan Roy Hodgson yang dinilai gagal mengangkat prestasi klub berlambang burung liver itu. Liverpudlian menilai Hogdson belum mampu menukangi klub sebesar Liverpool. Hodgson mereka ibaratkan sebagai &#8220;seekor ikan kecil yang hidup di kolam besar&#8221;.</p>
<p>Hingga separuh musim, Liverpool masih tertahan di posisi 12 klasemen, hanya lima tingkat di atas zona degradasi. Dari 20 pertandingan, mereka hanya tujuh kali menang dan mengalami sembilan kekalahan. Kondisi yang memburuk inilah yang membuat manajemen terpaksa mendepak Hodgson dari kursi kepelatihan akhir pekan lalu.</p>
<p>&#8220;Kami menghargai usaha Roy selama enam bulan ini, tapi klub menghendaki dia mundur dari posisinya sebagai pelatih,&#8221; kata John W. Henry, pemilik anyar Liverpool, seperti dikutip Liverpoolfc.tv.</p>
<p>Dalglish mengaku dirinya tak ragu untuk kembali menangani The Reds. &#8220;Suatu kebanggaan dapat kembali ke Liverpool, semoga lebih baik dengan hasil yang menyenangkan,&#8221; katanya pada Skysports.com.</p>
<p>&#8220;Bagiku ini merupakan sesuatu yang simpel. Apapun yang dikatakan orang, mereka berhak atas opini mereka, namun akulah yang memutuskan dan aku menginginkan yang terbaik buat diriku dan tim,&#8221; tambahnya. &#8220;Buatku ini merupakan perjalanan enam bulan ke depan yang fantastis.&#8221;</p>
<p>Pengangkatan Kenny juga mendapat dukungan dari Dirk Kuyt. Pemain asal Belanda ini menilai kehadiran Dalglish menggantikan Roy Hodgson mulai membawa dampak positif dalam tim.</p>
<p>&#8220;Ada hal besar yang terjadi di sini. Kami kedatangan legenda Liverpool. Dia adalah orang yang sangat berpengalaman dan dapat membawa dampak positif pada tim ini,&#8221; kata Kuyt seperti dilansir FIFA.com.</p>
<p>Baginya, kehadiran King Kenny dapat membawa dampak berarti dari segi mental para pemain. &#8220;Kenny adalah seorang legenda dan orang yang sangat penting bagi klub ini. Saya pikir itu akan banyak mengubah semuanya termasuk mengembalikan kami ke posisi yang tepat,&#8221; lanjutnya.<br />
<span id="more-549"></span><br />
Kenneth Mathieson Dalglish lahir di Glasgow, Skotlandia 59 tahun lalu. Dia sempat membela Celtic selama delapan tahun sebelum pindah ke Liverpool pada tahun 1977 dengan nilai transfer 440.000 paun. Selama karirnya sebagai pemain The Reds, dia telah mempersembahkan tujuh gelar juara liga, tiga Piala Eropa dan lima gelar juara domestik. Berkat prestasinya itu pendukung Liverpool memberinya julukan &#8220;King Kenny&#8221;.</p>
<p>Kenny kemudian merangkap sebagai pelatih paska tragedi Heysel yang menewaskan 39 orang pada 1985. Selama enam tahun kepelatihannya (1985-1991), Liverpool berhasil menyabet tiga gelar juara liga dan dua Piala FA.</p>
<p>Kembali melatih Liverpool bukanah tugas yang mudah bagi Dalglish. Dia harus mengembalikan kepercayaan diri seluruh pemain dan marwah klub besar ini. Waktu enam bulan sesuai kontrak yang diberikan manajemen untuk mengangkat prestasi &#8220;Si Merah&#8221; menjadi beban yang berat di pundak Kenny.</p>
<p>Kenny pastilah hafal betul dengan &#8220;Holy Triniy&#8221; yang dicetuskan pendahulunya, Bill Shankly. Menjadi tugasnya sekarang untuk menanamkan kembali dogma sakral &#8220;tiga kekuatan&#8221; itu &#8212; pemain, pelatih dan suporter &#8212; yang harus saling bersinergi satu dengan lainnya.</p>
<p>Menghadapi tekanan dan usaha yang berat ini Kenny berujar, &#8220;yang bisa saya lakukan hanya menjanjikan kalau apa yang sudah saya lakukan saat mengikat kontrak untuk klub ini di tahun 1977 &#8211; bahwa mereka akan mendapat 100% tenaga dari Kenny Dalglish dan itulah yang akan saya lakukan.&#8221;</p>
<p>Jadi untuk sementara waktu, simpan dulu keinginan merebut titel ke-19 yang sudah dua dasawarsa tak pernah menjamah rumput Anfield. Yang perlu dilakukan seluruh manajemen klub dan liverpudlian adalah memberi kepercayaan dan kesempatan kepada sang raja, Kenny Dalglish.</p>
<p>Barangkali dalam waktu yang tak panjang ini tuah sang raja masih sakti. Setidaknya, dia dapat menunjukkan bahwa dari tangan dinginnya tak ada sesuatu yang tak mungkin.</p>
<p><em>&#8220;Kenny Dalglish is probably the most modest man who has ever been handed the nickname &#8216;King&#8217; but King Kenny he will always be.&#8221;</em></p>
<p><em><br />
</em><strong>- Billy Bremner</strong><strong>-</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murtiyoso.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murtiyoso.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murtiyoso.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murtiyoso.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/murtiyoso.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/murtiyoso.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/murtiyoso.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/murtiyoso.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murtiyoso.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murtiyoso.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murtiyoso.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murtiyoso.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murtiyoso.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murtiyoso.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murtiyoso.wordpress.com&amp;blog=2983843&amp;post=549&amp;subd=murtiyoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murtiyoso.wordpress.com/2011/01/17/berharap-tuah-sang-raja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5883410dcbb091f3331ca81494559b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murtiyoso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v-images.antarafoto.com/rpa3_1294849320.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>El Clasico, Akibat Ulah Jenderal Franco</title>
		<link>http://murtiyoso.wordpress.com/2010/11/19/el-clasico-akibat-ulah-jenderal-franco/</link>
		<comments>http://murtiyoso.wordpress.com/2010/11/19/el-clasico-akibat-ulah-jenderal-franco/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 04:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imung murtiyoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[gee-ball]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murtiyoso.wordpress.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa kali bersitegang soal waktu yang tepat untuk menggelar &#8220;El Clasico&#8221;, akhirnya otoritas Liga Spanyol menetapkan duel Real Madrid vs Barcelona itu bakal dilaksanakan pada hari Senin (29/11) waktu setempat di Nou Camp. Sebelumnya, Barca menolak laga digelar Sabtu atau Minggu mengingat pada saat yang sama di kota itu akan digelar pemilihan Walikota Catalan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murtiyoso.wordpress.com&amp;blog=2983843&amp;post=540&amp;subd=murtiyoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img src="http://v-images.antarafoto.com/rpa3_1289794551.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Setelah beberapa kali bersitegang soal waktu yang tepat untuk menggelar &#8220;El Clasico&#8221;, akhirnya otoritas Liga Spanyol menetapkan duel Real Madrid vs Barcelona itu bakal dilaksanakan pada hari Senin (29/11) waktu setempat di Nou Camp.</p>
<p>Sebelumnya, Barca menolak laga digelar Sabtu atau Minggu mengingat pada saat yang sama di kota itu akan digelar pemilihan Walikota Catalan.</p>
<p>Meski pertandingan yang sarat gengsi itu masih dua pekan mendatang, namun genderang &#8220;perang&#8221; antar dua kesebelasan sudah mulai ditabuh. Persaingan dua klub di negeri Raja Juan Carlos itu sudah mulai menebarkan &#8220;aire caliente&#8221; di seluruh negeri. Beragam komentar pun sudah mulai menghiasi halaman-halaman depan media cetak di negeri itu.</p>
<p>Seperti dilansir Goal.com, perbedaan waktu pertandingan ini dikomentari penjaga gawang nomor satu Barcelona Victor Valdes. Menurut dia, seharusnya laga itu dimainkan pada hari Sabtu atau Minggu yang merupakan agenda akhir pekan, karena bertanding pada Senin dapat merusak nuansa laga besar itu.</p>
<p>Mezut Ozil, gelandang Los Merengues asal Jerman, mengungkapkan bahwa dirinya tak peduli kapan El Clasico digelar. &#8220;Saya belum pernah bermain di hari Senin, namun ini merupakan laga yang indah dan kami siap memenanginya,&#8221; katanya seperti dikutip situs resmi El Real.</p>
<p>&#8220;Barca dan Madrid sama saja, tak satu pun berada dalam kondisi yang lebih baik. Yang diharapkan adalah hasil akhir, bukan situasi menjelang pertandingan. Kami harus fokus untuk itu dan percaya diri&#8221;, tambah Ozil.</p>
<p>Bek Madrid asal Brasil, Kepler Laveran Lima Ferreira alias Pepe, ikut meramaikan aroma persaingan dengan mengatakan bahwa meninggalkan Nou Camp sebagai pemenang akan menjadi hal yang sangat penting.</p>
<p>Tak ketinggalan, maha bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, ikut berkomentar, &#8220;Barcelona tim yang komplit, kami ingin seperti mereka. Saya harap, kami bisa jauh lebih dari mereka,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Duel El Clasico merupakan pertandingan hebat dan sangat spesial. Namun bukanlah laga pertama atau terakhir yang akan kami hadapi. Kami berharap menang agar bisa terus memimpin klasemen,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Mengapa El Clasico begitu sangat istimewa dan penting bagi kedua tim?</p>
<p>El Clasico adalah dendam kesumat. Laga kedua kesebelasan tak sekedar pertarungan sepakbola, tapi juga soal harga diri. El Clasico harus dibaca sebagai &#8220;Real Madrid kontra Barcelona&#8221;, bukan Real Madrid vs Valencia, atau Barcelona melawan Sevila.</p>
<p>Fragmennya hanya memutar ulang perseteruan panjang dua wilayah: Madrid sebagai ibukota Spanyol dan Barcelona sebagai ibukota provinsi &#8220;separatis&#8221; Catalonia.</p>
<p>Kisahnya diawali pada tahun 1930-an. Seorang jenderal berhaluan fasis bernama Francisco Franco yang dibantu rezim fasis Italia berhasil merebut kekuasaan dari kaum Republikan yang disokong Uni Soviet. Bersama tentara yang terdiri dari orang-orang desa, mereka berani melawan kaum borjouis yang memiliki senjata lengkap.</p>
<p>Jenderal Franco berkuasa di Spanyol hingga wafatnya pada 20 November 1975. Sebelumnya ia berwasiat agar pemerintahan Spanyol dikembalikan kepada keluarga kerajaan di ibukota Madrid. Namun para veteran perang saudara itu menolak untuk mengembalikan kekuasaan kepada para bangsawan Madrid. Karena takut ditangkap oleh kerajaan, mereka pun lari ke wilayah Catalan.</p>
<p>Jenderal Franco saat itu mencium adanya bibit-bibit pemberontakan yang dilakukan oleh dua suku bangsa yang bermukim di provinsi Catalan, yakni suku Catalan dan Basque. Ia menganggap penduduk Catalan adalah &#8220;bughat&#8221;, kaum pembangkang terhadap kerajaan. Franco kemudian mengeluarkan larangan pengibaran bendera dan penggunaan bahasa provinsi Catalan.</p>
<p><span id="more-540"></span><br />
Franco selanjutnya melakukan tindakan brutal. Pasukannya menjatuhkan bom di atas yayasan sosial milik klub Barcelona pada Maret 1938 yang mengakibatkan kehancuran di kawasan itu. Alasannya, karena FC Barcelona dianggap simbol perlawanan penduduk Catalan terhadap pemerintah. Puncaknya adalah terbunuhnya presiden Barcelona Josep Sunol.</p>
<p>Kebencian sang jenderal terhadap Catalan tidak berhenti sampai di situ. Sebagai penggemar berat klub sepakbola Real Madrid, dia pun merasa berhak mengatur jalannya pertandingan, sehingga pada 1941 Barcelona dipaksa untuk mengalah 1-11 dari Real Madrid.</p>
<p>Sejak saat itu, warga Catalan menjadikan Barcelona sebagai simbol dan alat perlawanan terhadap Jenderal Franco dan pemerintah Spanyol. Barcelona FC menjadi anti-franco.</p>
<p>Aura kebencian itulah yang sampai saat ini masih bersemayam di dalam hati penduduk Catalan. Maka sebagai bentuk perlawanan terhadap &#8220;warisan Franco&#8221; adalah mendukung klub kebanggaan mereka, Barcelona.</p>
<p>El Clasico memang fenomenal. Pamor laga ini bahkan mengalahkan <em>big-match</em> dua raksasa sepakbola Inggris, Manchester United dan Liverpool. Apalagi duel yang akan dihelat akhir bulan ini bakal menampilkan dua pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo dari Los Merengues dan Lionel Messi yang berkostum El Blaugrana.</p>
<p>Menurut catatan, sejak kali pertama digelar pada musim 1928/1929, duel klasik ini sudah berlangsung 160 kali. Dari jumlah itu, Madrid unggul 68 kali sedangkan El Barca menang 64 kali, sisanya imbang. Namun di beberapa musim terakhir, tim asuhan Pep Guardiola mencoba terus menggerus kedigdayaan Real Madrid.</p>
<p>Pada La Liga Primer musim ini, sampai pekan ke-11 skuad besutan Jose Mourinho masih memuncaki klasemen dengan 26 poin, selisih satu dari poin yang didapat Barcelona. Pekan lalu Real Madrid mengalahkan tim sekota Atletico Madrid dengan skor 2-0, sementara El Barca menghempaskan Getafe 3-1.</p>
<p>Meski di awal musim Los Blancos sempat terseok-seok karena minimnya produktivitas gol, namun mereka belum terkalahkan. The Special One, julukan Mourinho, berhasil membungkam keraguan publik soal mandulnya para striker yang dimilikinya.</p>
<p>Kemenangan besar 6-1 atas Deportivo La Coruna, 4-1 atas Malaga, lalu menggebuk Racing Santander dengan hasil 6-1 sudah cukup membuktikan bahwa pasukan tim ibukota itu kini menjadi tim dengan lini depan tertajam di La Liga. Memasukkan 25 gol dan kemasukan hanya lima gol.</p>
<p>Sementara, Barcelona yang September lalu dikalahkan 0-2 oleh klub promosi Hercules juga telah kembali ke trek juara. Akhir pekan lalu Lionel Messi cs menghancurkan Sevilla lima gol tanpa balas.</p>
<p>Belum lagi saat berlaga di babak 32 besar Copa del Rey tempo hari, saat Messi cs menggebuk Ceuta 5-1 dan CR9 membenamkan Real Murcia dengan skor yang sama.</p>
<p>Itulah rivalitas El Blaugrana dan Los Merengues. Tidak melulu dilihat berapa banyak gol yang akan bersarang atau siapa yang bakal memenangkan pertandingan. Para penikmat sepakbola di seluruh dunia juga akan disuguhkan siapa yang akan bersinar di El Clasico nanti, Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Tak ayal, laga para bintang ini bakal menyedot perhatian publik sepakbola sejagad.</p>
<p>Maka bolehlah disimpulkan ala kadarnya bahwa ternyata Jenderal Francisco Franco yang dulu pernah menjadi musuh nomor wahid penduduk Catalan dan dianggap pahlawan buat warga Madrid, meninggalkan El Clasico sebagai warisan bagi insan sepakbola di negeri matador.</p>
<p>Memang, sejatinya olahraga dan politik mesti dipisahkan. Namun apa boleh buat, politisasi terhadap keanggunan sepakbola masih terasa di berbagai belahan dunia, hingga kini. Dan para penonton seperti kita hanya bisa &#8220;menikmatinya&#8221; dengan cara masing-masing. (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murtiyoso.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murtiyoso.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murtiyoso.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murtiyoso.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/murtiyoso.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/murtiyoso.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/murtiyoso.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/murtiyoso.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murtiyoso.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murtiyoso.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murtiyoso.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murtiyoso.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murtiyoso.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murtiyoso.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murtiyoso.wordpress.com&amp;blog=2983843&amp;post=540&amp;subd=murtiyoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murtiyoso.wordpress.com/2010/11/19/el-clasico-akibat-ulah-jenderal-franco/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5883410dcbb091f3331ca81494559b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murtiyoso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v-images.antarafoto.com/rpa3_1289794551.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kolam Narkissos Bernama Facebook</title>
		<link>http://murtiyoso.wordpress.com/2010/11/02/kolam-narkissos-bernama-facebook/</link>
		<comments>http://murtiyoso.wordpress.com/2010/11/02/kolam-narkissos-bernama-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 04:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imung murtiyoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murtiyoso.wordpress.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Syahdan dalam mitologi Yunani hiduplah seorang pemburu tampan luar biasa bernama Narkissos. Ketampanan telah membuatnya menjadi seorang yang sombong. Dia sering menolak cinta banyak gadis karena merasa mereka tak sepadan dengan dirinya. Di antara para gadis yang kesengsem pada Narkissos, tersebutlah seorang dewi bernama Ekho. Suatu hari secara diam-diam Ekho mengikuti Narkissos yang sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murtiyoso.wordpress.com&amp;blog=2983843&amp;post=536&amp;subd=murtiyoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div><img src="http://v-images.antarafoto.com/rpa3_1288243530.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Syahdan dalam mitologi Yunani hiduplah seorang pemburu tampan luar biasa bernama Narkissos. Ketampanan telah membuatnya menjadi seorang yang sombong. Dia sering menolak cinta banyak gadis karena merasa mereka tak sepadan dengan dirinya.</p>
<p>Di antara para gadis yang <em>kesengsem</em> pada Narkissos, tersebutlah seorang dewi bernama Ekho. Suatu hari secara diam-diam Ekho mengikuti Narkissos yang sedang berburu di dalam hutan. Di suatu tempat</p>
<p>Narkissos mendengar langkah kaki Ekho dan berteriak, &#8220;Siapa itu?&#8221;. Ekho menjawab dengan teriakan yang sama, &#8220;Siapa itu?&#8221;. Begitu seterusnya sampai akhirnya Ekho menampakkan diri dan memeluk sang pujaan hatinya. Narkissos terkaget-kaget dan berusaha melepaskan diri. Dia lalu mengusir Ekho dan meninggalkannya sendirian.</p>
<p>Karena merasa patah hati, Ekho memohon bantuan pada Nemessis, sang dewi pembalas dendam. Nemessis mengabulkan doa Ekho dengan mengutuk Narkissos supaya jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Saat Narkissos melihat bayangan dirinya di sebuah kolam, tak henti-hentinya dia mengagumi sosok yang dipantulkan oleh air. Terus menerus seperti itu hingga ajal menjemputnya. Usai kematiannya, Narkissos lalu menjelma menjadi setangkai bunga. Bunga Narsis.</p>
<p>Kisah Narkissos inilah yang melatarbelakangi penggunaan kata &#8220;narsisisme&#8221; dalam ilmu psikologi modern. Definisi bebas dan singkat dari <em>narsisisme</em> adalah rasa cinta berlebihan terhadap diri sendiri. Manusia yang mengalaminya disebut &#8220;narsisis&#8221;, tapi orang Indonesia yang amat suka dengan singkatan biasa menyebutnya &#8220;narsis&#8221; saja. Dalam psikologi modern, mereka digolongkan sebagai pengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD).</p>
<p>NPD bukanlah penyakit. Gangguan kejiwaan ini terbentuk dalam diri seseorang oleh lingkungan terdekatnya sejak masih kecil. Orangtua yang terlalu memanjakan anak-anaknya, perfeksionis dan memaksakan nilai-nilai tertentu pada mereka, ditengarai sebagai penyebabnya. Faktor lainnya adalah pelecehan emosional, pujian berlebihan ketika si anak berkelakuan baik dan memaki-maki saat si anak melakukan kesalahan sepele.</p>
<p>Menurut bapak psikologi modern Sigmund Freud, sebetulnya manusia dilahirkan tanpa rasa ego, apalagi narsis. Ego berkembang dalam masa kanak-kanak ketika orangtua atau keluarga terdekatnya mengajarkan nilai-nilai standar yang mereka anut. Mereka berharap anaknya memiliki <em>ideal ego</em>, sebuah citra pribadi yang sempurna.</p>
<p>Para narsis mudah dikenali dari perilakunya. Umumnya mereka bersifat ego-sentris, merasa dirinya paling hebat, paling tampan atau paling cantik. Mereka sering memonopoli pembicaraan, anti kritik dan meyakini bahwa orang lain iri dengan kehebatan mereka.</p>
<p>Mereka tampil perfeksionis di muka umum demi mendapatkan pujian, tapi merasa diri tak berharga saat menyendiri. Itulah sebabnya kenapa mereka sangat menyukai keramaian, baik di ruang-ruang fisik maupun virtual seperti Internet.</p>
<p><span id="more-536"></span><br />
Maraknya situs-situs jejaring sosial atau pertemanan di Internet seperti Facebook bagaikan menghidupkan kembali &#8220;gen-gen&#8221; narsisme dalam diri manusia. Hasil penelitian yang dirilis dalam jurnal &#8220;Cyberpsychology, Behaviour and Social Networking&#8221; seperti dikutip The Daily Mail September lalu mengungkapkan bahwa menggunakan Facebook (FB) seperti memandang diri sendiri pada cermin. Mereka yang menghabiskan waktu memperbarui profilnya di Facebook kemungkinan besar adalah para narsis, kata para ilmuwan.</p>
<p>Menurut penelitian tersebut, Facebook menyediakan perangkat ideal bagi para narsis untuk memonitor penampilan mereka. Mereka suka menghitung berapa banyak &#8220;teman&#8221; yang mereka miliki meski hubungan pertemanan itu bersifat &#8220;dangkal&#8221;.</p>
<p>Para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian itu mewawancarai 100 mahasiswa yang terdiri dari 50 pria dan 50 wanita berusia 18-25 tahun tentang kebiasan &#8220;ngeFBe&#8221; mereka. Mereka diuji dengan serangkaian tes psikologi untuk mengetahui tingkat narsisme. Ternyata mereka yang lebih sering memeriksa laman Facebook-nya memiliki skor narsisme lebih tinggi ketimbang yang lain. Penelitian juga menemukan bahwa facebooker yang &#8220;kurang pede&#8221; ternyata lebih sering mengunjungi FB dibanding rekan-rekannya.</p>
<p>Ilmuwan Soraya Mehdizadeh mengatakan bahwa banyak orang mungkin tidak <em>happy</em> dengan temuan mereka. &#8220;Saya pikir orang akan bersifat defensif tentang hal ini, misalnya (dengan mengatakan)&#8217;Saya menggunakan Facebook bukan karena itu&#8217;, sebab itulah label (narsisme) yang tak ingin ditempelkan pada Anda.&#8221;</p>
<p>Memang <em>sih</em>, kenarsisan yang dibingkai pertemanan sering kita jumpai di FB. Ada facebooker yang di setiap kesempatan meng-update statusnya atau menggonta-ganti avatar (foto profil). Status yang ditulisnya seringkali adalah hal-hal sepele yang &#8220;nggak penting-penting banget&#8221; buat orang lain.</p>
<p>&#8220;Ritual&#8221; ini dilakukannya kapan dan dimana saja. Pokoknya, segala hal yang dia rasa perlu diberitakan, langsung ditumpahkan di status FB-nya. Entah karena nalurinya sebagai reporter atau hanya karena takut info yang didapatnya keduluan oleh yang lain. Cuma satu yang ada di pikirannya: statusnya harus &#8220;deadline every minute&#8221;. Harapannya, halaman dindingnya akan ramai dikomentari oleh teman-temannya.</p>
<p>Tapi ssstt&#8230; tunggu dulu, ternyata ada &#8220;pesan peringatan&#8221; buat mereka yang doyan meng-update statusnya. Pesannya lumayan mengagetkan: seseorang yang sangat bergantung pada FB cenderung tidak mempunyai teman lagi di dunia maya. Koq bisa? Karena sobat-sobatnya mulai risih dan bosan dengan statusnya yang terus diupdate setiap waktu. Mereka cenderung tak lagi mempedulikan status si pecandu FB, bahkan akan segera menghapusnya dari daftar teman.</p>
<p>Sungguh, ini cerita bukan datang dari gosip infotainmen di layar kaca, tapi berasal dari Denver Business School, Universitas Colorado AS, yang juga melakukan penelitian terhadap para pengguna FB. Christopher Siboa, seorang peneliti dari universitas itu menganalisa sekitar 1.500 akun FB hanya untuk mencari tahu apa alasan utama orang tidak ingin berteman lagi dalam jejaring sosial itu.</p>
<p>Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian orang bosan berteman dalam FB dikarenakan sangat risih membaca status sepele yang ditulis seseorang di halaman profil-nya. Hal-hal remeh-temeh yang bikin jenuh itu misalnya soal &#8220;menu sarapan&#8221;, &#8220;perjalanan ke kantor&#8221; atau soal gosip &#8220;selebritis favorit&#8221;. Selain yang disebutkan tadi, terpampangnya status tentang politik atau agama, serta komentar-komentar yang bernada rasis dan kasar termasuk yang &#8220;bikin gerah&#8221; hubungan pertemanan.</p>
<p>Uniknya, lanjut Siboa, orang justru tidak merasa terganggu jika namanya dihapus sebagai sahabat dalam situs pertemanan sosial tersebut. Siboa juga mengatakan bahwa belakangan ini, perusahaan atau calon majikan yang akan mencari karyawan dapat mengetahui kepribadian mereka melalui status yang mereka buat di jejaring sosial tersebut. Komentar-komentar yang &#8220;nyeleneh&#8221; dapat dipandang sebagai hal yang negatif oleh calon atasan.</p>
<p>Facebook memang selaksa semburan &#8220;bisa ular beludak&#8221;. Betapa tidak? Racunnya sanggup menghipnotis otak para penggunanya untuk bergeming di depan layar monitor. Mau bukti? Sekarang ada 500 juta pengakses jaringan ini di seluruh dunia.</p>
<p>Menurut data yang dirilis CheckFacebook, per 12 Oktober 2010, pengguna Facebook di Indonesia sudah mencapai 27.953.340. Dan situs pengamat internet Alexa menempatkan Facebook di posisi pertama peringkat situs yang paling sering diakses dari Indonesia, melampaui peringkat Google dan Yahoo!.</p>
<p>Efeknya tak hanya dirasakan orang-orang kantoran berparfum wangi semata, anak sekolah berseragam pun &#8220;terpasung&#8221; dengan jaringan pertemanan yang diciptakan oleh Mark Zuckerberg itu. Bahkan konon para pekerja seksualpun sekarang bisa &#8220;memantau&#8221; pelanggan hanya dengan satu sentuhan jari lentik di ponsel mereka.</p>
<p>Ah, semoga jutaan orang yang masih asyik menikmati keajaiban &#8220;Si Buku Tampang&#8221; itu bukanlah Narkissos yang dikutuk oleh Nemessis sebagai pencinta bayangannya sendiri&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murtiyoso.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murtiyoso.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murtiyoso.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murtiyoso.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/murtiyoso.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/murtiyoso.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/murtiyoso.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/murtiyoso.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murtiyoso.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murtiyoso.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murtiyoso.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murtiyoso.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murtiyoso.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murtiyoso.wordpress.com/536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murtiyoso.wordpress.com&amp;blog=2983843&amp;post=536&amp;subd=murtiyoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murtiyoso.wordpress.com/2010/11/02/kolam-narkissos-bernama-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5883410dcbb091f3331ca81494559b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murtiyoso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v-images.antarafoto.com/rpa3_1288243530.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hodgson, Belajarlah dari Shankly</title>
		<link>http://murtiyoso.wordpress.com/2010/10/14/529/</link>
		<comments>http://murtiyoso.wordpress.com/2010/10/14/529/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 08:24:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imung murtiyoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[gee-ball]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://murtiyoso.wordpress.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Musim ini mungkin merupakan fase terburuk yang dialami Liverpool FC (LFC). Betapa tidak, dari tujuh laga yang sudah dilakoninya The Reds hanya sanggup memetik enam poin. Kalah dari Manchester City dan Manchester United mungkin tak begitu mengejutkan, tapi ditekuk tim promosi Blackpool benar-benar mengherankan. Kemenangan mereka baru sebiji, itu pun diperoleh dari klub debutan West [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murtiyoso.wordpress.com&amp;blog=2983843&amp;post=529&amp;subd=murtiyoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><br />
</em></p>
<div><img src="http://v-images.antarafoto.com/rpa3_1286947361.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Musim ini mungkin merupakan fase terburuk yang dialami Liverpool FC (LFC). Betapa tidak, dari tujuh laga yang sudah dilakoninya The Reds hanya sanggup memetik enam poin. Kalah dari Manchester City dan Manchester United mungkin tak begitu mengejutkan, tapi ditekuk tim promosi Blackpool benar-benar mengherankan. Kemenangan mereka baru sebiji, itu pun diperoleh dari klub debutan West Bromwich Albion dengan gol semata wayang. Sisanya bedu alias seri. Apa mau dikata, The Reds pun terlempar ke posisi 18 di zona degradasi yang selama ini dianggap mustahil buat tim-tim berjulukan The Big Four.</p>
<p>&#8220;Inilah awal musim yang sangat buruk, sebuah <em>start</em> yang tak pernah bisa kami bayangkan,&#8221; kata sang manajer, Roy Hodgson. &#8220;Ini membuat kami sangat tidak senang tapi kami harus menerimanya bagaimana pun pahitnya.&#8221;</p>
<p>Alih-alih ingin mendongkrak kinerja Steven Gerrard cs, pelatih gaek yang pernah menangani klub Inter Milan dan Fulham itu justru membuat Si Merah kehilangan ruhnya. Selama tujuh pekan, tak ada <em>match</em> yang betul-betul enak buat ditonton. Tak ada pertunjukan khas Liverpool yang biasa mengeksplorasi kekuatan lini tengah dengan pola 4-2-3-1. Kepergian sang dirijen Xabi Alonso dan si monster Javier Mascherano meninggalkan titik lemah yang belum pulih hingga kini.</p>
<p>Memang, sang manajer lebih menyukai taktik &#8220;to kill and end the game&#8221;. Dengan formasi 4-4-2, dia ingin selekas mungkin melesakkan gol ke gawang lawan dan memenangkan pertandingan. Namun pola ini sangat berisiko di sektor tengah dan barisan belakang. Hodgson berargumen bahwa metode tersebut berjalan mulus saat dia menangani tim Halmstads, Malmo, Orebro, Xamax, timnas Swiss dan Fulham.</p>
<p>Pertanyaan besarnya adalah mengapa Liverpool yang begitu perkasa di musim-musim lalu, tiba-tiba menjadi tim &#8220;salah asuhan&#8221;. Beberapa alasan coba dilemparkan, baik oleh pemain, eks-pemain, atau para liverpudlian. Mereka menganggap cara melatih Hodgson, yang mengubah pola permainan, tidak cocok buat tim sekelas Liverpool. Dulu para pemain sudah terbiasa <em>enjoy</em> dengan skema yang dibawa Rafael Benitez. Dengan pola 4-2-3-1 Liverpool sanggup mengatasi tim-tim yang paling ofensif sekalipun.</p>
<p>Ada juga yang menyebutkan kalau hasil buruk ini disebabkan ketidakbecusan Tom Hicks dan George Gillet dalam mengelola klub yang mereka beli 2006 lalu. Jangankan menggelontorkan duit buat menyegarkan materi pemain atau merehab stadion Anfield, si <em>duo yankee</em> malah menunggak utang 351 juta dolar. Rafa pun akhirnya mundur sebagai pelatih setelah dicap &#8220;gagal&#8221; memulihkan kedigdayaan The Reds. Sebuah cap yang sebetulnya sulit dilekatkan pada Rafa karena keberhasilannya membawa pulang piala Liga Champions pada 2005.</p>
<p>Hengkangnya beberapa pemain pilar juga ditengarai sebagai awal keterpurukan Liverpool musim ini. Sebut saja kepergian Xabi Alonso yang kini hijrah ke Real Madrid atau Javier Mascherano yang &#8220;kebelet&#8221; ingin bergabung dengan kompatriotnya di Barcelona, Lionel Messi.</p>
<p>Selepas kepergian beberapa pilar tersebut, Hogdson segera mendatangkan beberapa pemain &#8220;jaminan mutu&#8221;. Maka datanglah Joe Cole, Milan Jovanovic, Christian Poulsen, Raul Meireles, Paul Konchesky, Daniel Wilson, Jonjo Shelvey dan kiper Brad Jones untuk merumput di Anfield. Secara &#8220;head-to-head&#8221; seharusnya materi pemain The Reds bisa mampu bersaing dengan tiga anggota The Big Four lainnya (Chelsea, Manchester United dan Arsenal).</p>
<p><span id="more-529"></span></p>
<p>Sejak Liga Premier digelar tahun 1992, posisi di zona degradasi musim ini adalah yang terburuk yang pernah diduduki Liverpool. Meski belum separuh musim berlalu, namun usaha untuk mengentaskan Si Merah dari &#8220;jurang maut&#8221; ini bukanlah pekerjaan yang gampang. Lembaga statistik Opta mencatat kalau prestasi yang didapat Liverpool di awal musim ini merupakan yang terburuk dalam 57 tahun. Kejadian terakhir adalah pada musim 1953-1954 dimana klub kota pelabuhan itu menjadi juru kunci divisi utama Liga Inggris. Saat itu mereka cuma mampu memenangi sembilan pertandingan, 10 laga imbang dan 23 kalah. Jumlah poin yang dikumpulkan cuma 28, selisih 39 poin dari jawara saat itu, Wolverhampton Wanderers. Menyusul hasil yang buruk itu, manajemen LFC memutuskan untuk mendatangkan Bill Shankly pada 1959 yang saat itu menangani klub lokal Huddersfield.</p>
<p>Waktu itu situasi LFC sangatlah buruk. Shankly menjumpai stadion Anfield yang kumuh dan tak terurus. Pusat latihannya di Melwood hanya sekelas lapangan bola kampung yang ditumbuhi rumput dan tanaman liar. Keterampilan pemain Liverpool juga biasa-biasa saja. Hanya yang membuatnya semangat adalah orang-orang yang berada di sekelilingnya: Joe Fagan, Reuben Bennett dan staf pelatih Bob Paisley.</p>
<p>Semua keterbatasan itu ternyata tidak membuat Shankly kecil hati. Ia menginstruksikan agar semua pemain berkumpul di Anfield sebelum berangkat latihan ke Melwood yang dulunya merupakan lapangan milik sekolah St. Francois Xaviours (konon Melwood merupakan gabungan dua nama pendeta yang paling terkenal di St. Francois Xaviours, Father Melling dan Father Woodlock). Di Melwood, ia menerapkan jenis latihan lapangan kecil dengan lima pemain di masing-masing tim, sebuah metode yang menggambarkan ciri sepakbola para pekerja tambang &#8220;oper dan bergerak cepat&#8221;.</p>
<p>Hasil tangan dingin Shankly akhirnya mengembalikan LFC ke divisi satu pada tahun 1962. Kesuksesan lainnya adalah merebut trofi Liga inggris pada 1964 saat mempecudangi Everton yang saat itu berstatus juara bertahan. Ini adalah awal dari &#8220;The Shankly Years&#8221;. Di bawah asuhannya, LFC tumbuh menjadi klub tersukses di Inggris Raya. Ia berhasil mempersembahkan banyak kejayaan buat publik Anfield. Beberapa trofi yang dimenangi Liverpool saat itu adalah juara Liga Inggris, (1964), Charity Shield (1964), Piala FA (1965), Piala Liga (1966), Charity Shield (1966), Liga Inggris (1973), Piala UEFA (1973), Piala FA (1974) dan Charity Shield (1974).</p>
<p>Namun pada tahun 1974 secara mengejutkan Shankly mengundurkan diri sebagai manajer Liverpool. Alasannya ia ingin mempunyai lebih banyak waktu bersama keluarga. Kota Liverpool mendadak heboh setelah mendengar kabar itu. Bahkan ada sebuah pabrik mengancam mogok kerja kalau Shankly tidak lagi menjadi manajer Liverpool FC.</p>
<p>Mayoritas penduduk Liverpool adalah kaum buruh. Shankly yang berasal dari kelas pekerja sangat memahami bagaimana para suporter The Reds melihat sepakbola. Mereka memandang sepakbola bukan sekedar tontonan, tapi juga harga diri bahkan &#8220;hidup dan mati&#8221;.</p>
<p>Sosok Shankly begitu penting dalam perjalanan sejarah LFC yang terbentuk tahun 1892. Tanpanya, mungkin klub pelabuhan ini hanyalah sebuah kesebelasan buruh yang keberadaannya terus teronggok di divisi rendah dan nihil prestasi.</p>
<p>Seandainya Shankly masih hidup, mungkin dia akan &#8220;cuek&#8221; saja soal siapa yang akan menjadi pemilik klub. Dia akan lebih peduli kepada para liverpudlian yang merasa kecewa dengan hasil buruk yang diraih LFC akhir-akhir ini. Dia akan beranggapan bahwa sebuah klub berjaya jika ada sinergi yang baik di antara pemain, manajer dan suporter. Bukan dengan pemilik klub.</p>
<p>Ingatlah bagaimana Shankly menempatkan suporter di tempat yang terhormat. Saat Liverpool menjuarai liga tahun 1973, dia dan para pemain berlari mengitari Anfield melakukan selebrasi. Tiba-tiba seorang suporter melemparkan selembar syal ke arah Shankly. Saat polisi akan menyingkirkan syal tersebut, Shankly justru menghardiknya. &#8220;Jangan lakukan itu. Seseorang bisa jadi menaruh seluruh hidupnya di syal tersebut.&#8221;</p>
<p>Meski William &#8220;Bill&#8221; Shankly berdarah Skotlandia, tapi dia lebih suka disebut warga Liverpool. &#8220;Although I&#8217;m a Scot, I&#8217;d be proud to be called a Scouser,&#8221; katanya suatu ketika. Jika di Napoli Diego Maradona dinobatkan sebagai Il Santo, maka Scousers (sebutan orang yang lahir dan besar di Liverpool) membaptis Shankly sebagai orang suci di kota Liverpool.</p>
<p>Penerus Shankly adalah Bob Paisley. Paisley juga merupakan manajer yang sukses. Dia memenangi tiga gelar Piala Champions. Hari-hari pertamanya menukangi Liverpool tidak mudah karena Scousers belum mau menerima kenyataan bahwa Shankly telah pensiun sebagai manajer.</p>
<p>Kondisi yang dialami LFC saat ini sebenarnya tak jauh beda dengan 57 tahun silam. Dulu cuma berkisah soal bagaimana mencari seorang manajer yang bisa mengangkat klub menjadi tim yang terpandang. Sekarang ditambah ruwetnya kasus penjualan klub dan penolakan liverpudlian terhadap duo amrik pemilik klub.</p>
<p>Usaha dan terobosan yang dilakukan Bill Shankly harusnya dapat diambil pelajaran oleh Roy Hodgson dan juga petinggi-petinggi di LFC lainnya. Bagaimana LFC yang awalnya berangkat dari tim semenjana menjelma menjadi kekuatan sepakbola di Eropa.</p>
<p>Hodgson masih punya kesempatan. Tugasnya hanya fokus ke pertandingan berikutnya, derby Merseyside melawan Everton pada 17 Oktober mendatang. Akan ada benang historis yang tersambung saat melawan Everton. Akan ada momentum yang sama, momentum saat LFC dibawah Shankly meraih trofi liga utama saat membenamkan tim biru musuh bebuyutannya itu. Dan momentum buat Hodgson adalah mengembalikan harga diri The Reds saat melawat ke Goodison Park, akhir pekan nanti.</p>
<p><em>&#8220;At a football club, there&#8217;s a holy trinity &#8211; the players, the manager and the supporters. Directors don&#8217;t come into it. They are only there to sign the cheques.&#8221;</em><br />
&#8211; Bill Shankly (1913-1981) &#8211;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/murtiyoso.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/murtiyoso.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/murtiyoso.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/murtiyoso.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/murtiyoso.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/murtiyoso.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/murtiyoso.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/murtiyoso.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/murtiyoso.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/murtiyoso.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/murtiyoso.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/murtiyoso.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/murtiyoso.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/murtiyoso.wordpress.com/529/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=murtiyoso.wordpress.com&amp;blog=2983843&amp;post=529&amp;subd=murtiyoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://murtiyoso.wordpress.com/2010/10/14/529/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5883410dcbb091f3331ca81494559b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">murtiyoso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v-images.antarafoto.com/rpa3_1286947361.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
