It’s Liverpool-Milan again in final… [ketika harus memilih]

4 05 2007

Drama final piala champions di Instabul 2005 yang mempertemukan Liverpool dan AC Milan kembali berulang di Athena, 23 Mei besok sungguh bikin gue bingung.

Kok bisa? Bukan apa-apa, finalis dua-duanya klub jagoan gue, Liverpool sama AC Milan. Sebagai Liverpudlian juga Milanisti. Kalo gitu nggak punya prinsip dong? Bukan juga nggak punya prinsip, tapi bener deh… gue termasuk penggemar dua klub besar Eropa itu. Both of them is great.

The Reds dengan gaya sepakbola yang cepat, tangguh, dan punya sejarah panjang. I Rossoneri juga nggak beda, memainkan sepak bola elegan dan perfetto. Meski Italia, Milan main bola nggak menganut pola cattenacio (sistem grendel).

Milan lebih mirip klub-klub Inggris, mengurung dan menyerang. Mungkin karena klub ini didirikan oleh orang Inggris kali ya?

Kepengennya salah satu aja yang masuk final, biar gue bisa total supportnya, tapi akhirnya gue rela deh… mereka saling bantai di final. Sekaligus itung-itung hiburan buat masyarakat Indonesia yang udah jenuh ngeliat sepak bola nasional yang nggak maju-maju.

Btw, kenapa sih milihnya Liverpool? Sekarangkan jamannya MU, Chelsea atau Barcelona. Wah kalo ini pertanyaannya terpaksa gue harus rewind memori otak ke tahun 1980-an. Tahu nggak sih, era itu adalah masa emasnya the Reds.

Wah… pokoke eudan tenan Liverpool. Belum lagi Charity Shields yang udah empat kali dimenangi. Sejak berdirinya sampai sekarang Liverpool udah menjuarai 18 kali piala Liga Inggris. (Rekor ini belum ada yang meyamai. Tidak juga MU).

Menurut catatan, Liverpool adalah klub Inggris dengan prestasi terbagus di ajang Eropa. Pamor The Reds mulai redup pasca tragedi Heysel 1985 yang menewaskan 39 supporter Juventus dalam laga final piala Champion 1985.

Sejak itu semua klub asal Inggris dikenai sanksi enggak boleh main selama lima tahun di daratan Eropa. Nah dari situ kemudian gue melirik AC Milan sebagai kompensasi selama Liverpool enggak boleh main. Kalo dilihat statistiknya keduanya nggak jauh beda.

Buat ngerebutin trofi Champions, Milan 6 kali juara, Liverpool baru 5 kali. Rekornya dipegang Real Madrid 9 kali. Udah deh.. baiknya gue nggak usah panjang lebar. Sebab panjang x lebar = luas. Gue nggak mau ngebandingin keduanya.

Dua-duanya keren, jumawa dan t.o.p.b.g.t. Lebih baik nonton aja pertandingan finalnya besok. Gue sendiri tau nonton tau nggak, abisnya nggak tega. Pengennya sih dua-duanya jadi juara, tapi nggak mungkin ada juara bersama. Emangnya liga tarkam. (*)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: