Sejuta lubang di jalanan ibukota

28 02 2008

jalanrusak.jpg

Di musim hujan yang tak berkesudahan seperti saat ini, level kehatian-hatian buat pengendara motor mesti dan wajib ditingkatkan. Bukan apa-apa, ternyata jumlah lubang yang berserakan di seluruh jalan ibukota mungkin sudah mendekati separuh dari jumlah pengendara sepeda motor.

Ini artinya, frekuensi pengedara roda dua yang bakalan kejeblos masuk lubang masih dan akan terus bertambah, selama jalan-jalan yang masih bopeng belum ditambal. Belum lagi galian-galian kabel, serat optik dan pipa air yang mengatasnamakan beberapa institusi pemerintah dan swasta.

Tingkat kepadatan dan kedalaman lubang pun semakin lama semakin mengkhawatirkan. Pada ruas yang awalnya terdapat satu-dua lubang, besok secara mengejutkan sudah menjadi tiga sampai lima. Begitu pula kedalamannya, dari yang awalnya cuma lima cm bisa menjadi 15 cm atau lebih. Bahkan karena sudah nggak bisa diukur lagi, masyarakat menyebutnya  “kubangan kerbau”.

Meski permukaan jalan semakin hari semakin hancur, tapi sampai kini pihak Dinas PU Pemrov DKI belum “tersentuh hatinya” untuk segera memperbaikinya. Saya nggak tahu alasan apa yang menyebabkan mereka tidak buru-buru menutup lubang-lubang itu.

Dimana kesiapan aparatur Pemda Jakarta menghadapi kerusakan jalan ini? Terkesan hal ini dibiasakan terjadi di awal musim penghujan dan awal tahun. Alasan mereka adalah anggaran yang belum dapat dicairkan hingga bulan April 2008.

Apa harus menunggu sampai musim kemarau datang, sehingga nggak perlu bolak-balik gali lubang-tutup lubang, dengan alasan menghemat anggaran. Atau menunggu sampai timbul banyak korban? Atau menunggu masyarakat mengajukan class action?

Berdasarkan data Traffic Manajement Centre (TMC) Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ahad (24/2), terdapat 120 titik lubang dan kerusakan jalan di seluruh wilayah Jakarta. Dan kerusakan itu tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebut saja di Jalan Wijaya, Kapten Tendean, Gatot Subroto menuju Cawang dan Kalibata.

Di Jakarta Selatan terdapat 53 titik jalan berlubang dan membahayakan. Sedangkan di Jakarta Timur ada 24 titik. Begitu pula Jakarta Pusat terdapat delapan titik. Sementara di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, masing-masing terdapat 18 titik dan 17 titik.

Dan seperti saya sebut sebelumya, jumlah titik tersebut makin hari makin bertambah.

Dinas PU DKI Jakarta sangat paham kondisi jalan yang di musim panas mulus, tiba-tiba di musim seperti sekarang ini pasti kembali berlubang. Prioritaskan menutup bopeng-bopeng itu. Terserah mau dikerjain malam, subuh atau tengah hari bolong. Terserah bagaimana caranya! Kan Bang Foke udah memerintahkan dinas PU Jakarta untuk segera menutup lubang-lubang itu.

Jadi jangan sampai kekecewaan masyarakat bertambah lagi. Udah jalan macet, berlubang pula. (*)

Iklan

Aksi

Information

2 responses

3 12 2008
igfar pramarizki

iya mas.. pusing saya liat lobang dijalanan.. masa Gatsu yg nota bene jalur protokol egara, bisa ancur lebur?!
btw, salam kenal ya mas.. mampir2 ke blog saya..

salam

4 12 2008
imung murtiyoso

Salam kenal juga bro Igfar saya pasti berkunjung ke blog anda 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: