I’m being kramotak

18 04 2008

Maaf saya lagi malas nulis, sebab i’m being kramotak. Jadi silakan komentarin apa aja tentang judul di atas…   Piss be upon you.

 

Fly on my way like an eagle

Fly as high as the sun

on my way like an eagle

Fly touch the sun

Iklan




Jriiit… Republik Jaim bermetamorfosis

17 04 2008

Mulai sekarang jangan pernah remehkan Republik Jaim. Kini ia bukan lagi ulat yang menjijikkan atau sebuah kepompong yang mudah keropos dan hancur.

Republik Jaim sudah bermetamorfosis. Sudah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dengan warna-warni di sekujur sayapnya yang setiap orang selalu berusaha ingin menatap dan menangkapnya.

Setelah sebelumnya ber-okulasi alias kawin-silang dengan Republik Pacul dan berencana mendirikan sebuah negara baru, namun jalannya tak selalu mulus. Kini cita-cita sang dewa kayangan dan presiden kedua republik itu terpenuhi sudah. Disepakati negara itu bernama Republik Plerok atau republik yang selalu dilirik.

Setelah tarik-ulur kepentingan selama beberapa lama, maka secara resmi tanggal 16 April 2008 ditetapkan sebagai “kick-off” berdirinya Republik Plerok yang didukung penuh oleh sang dewa kayangan.

Penduduk Republik Jaim kini tidak lagi sembilan orang, namun sudah hampir 30 jiwa. Lebih dari 300 persen kenaikan angka pertumbuhannya. Pertumbuhan pendudukan yang tinggi ini bukan dihasilkan dari fertilitas penduduknya, namun karena adanya migrasi besar-besaran dari republik Pacul.

Dukungan dari dewa kayangan tak tanggung-tanggung, ia menyatakan langsung berada di belakang republik ini dan siap membantu segala keperluan yang dibutuhkan oleh republik yang hampir sempat terhapus dari peta negeri-negeri kayangan.

Baca entri selengkapnya »





Hillsborough 19 tahun silam

16 04 2008

 

Semifinal piala FA 19 tahun silam, tepatnya 15 April 1989 menjadi tragedi yang paling menyayat hati buat pendukung Liverpool. Pertemuan antara the Reds melawan Nottingham Forest di semi final yang harusnya enak dinikmati tiba-tiba berubah menjadi kuburan massal buat liverpudlian.

Akibat massa yang berlebihan dan berebut masuk ke Hillsborough, sementara kapasitas stadion milik klub Sheffield Wednesday yang nggak memadai menyebabkan 96 liverpudlian tewas terinjak dan tergencet diantara mereka sendiri. Perlu diluruskan, penyebab kematian mereka bukan bentrok antar-suporter, melainkan terhimpit antara pagar tinggi dan dorongan ribuan suporter yang berebut masuk stadion.

Dari 96 suppoter yang meninggal terdiri dari 89 laki-laki dan 7 perempuan. Umumnya berusia dibawah 30 tahun. Seorang yang meninggal adalah Jon-Paul Gilhooley yang berusia 10 tahun. 730 orang mengalami luka-luka di tengah lapangan.

Acara “100 Days That Shook The Kop” yang dibuat www.liverpoolfc.tv menempatkan tragedi Hillsborough di urutan pertama momen paling bersejarah buat seluruh keluarga besar the Reds. Mengalahkan pamor perjalanan sejarah klub asal kota pelabuhan ini, mengalahkan tragedi Heysel, bahkan tanggal kelahiran klub itu sendiri.

Setiap 15 April di Anfield selalu diadakan memorial service di the Kop untuk mengenang korban Hillsborough dan di logo Liverpool pun terdapat dua “fire caldron” di kanan-kiri sang burung hati, liverbird yang menggambarkan api abadi untuk mengenang korban Hillsborough.

Setiap mengenang kejadian itu, siapapun orangnya tak ada yang merasa kuat menahan air mata dan emosi. Dan kepasrahan 96 nyawa yang melayang waktu itu semoga tak sia-sia.  Never forgotten RIP96.  

Walk on…
Walk on…
With hope in your heart,
and You’ll Never Walk Alone,
You’ll Never Walk Alone…

 

 





Kendi jadi wagub

14 04 2008

Dimana ada Boy di situ pasti ada Kendi. Kendi dan Boy memang dua orang sahabat dekat. Dalam sekuel Catatan si Boy bagaimana Kendi yang jago taekwondo selalu membela Boy saat berurusan dengan preman-preman.

Meski tajir, sepak terjang Boy sangat santun dan alim. Di dalam BMW versi mutakhirnya, Boy tak lupa menyertakan sajadah dan tasbih. Namun pacaranpun tetap jalan. Maklum Boy yang diceritakan mengenyam pendidikan di luar negeri, sedikit banyak tetap membawa gaya hidup barat.

Peran Kendi yang dimainkan Dede Yusuf dalam film ini sedikit banyak ikut memperkuat alur cerita serial yang digarap sutradara Nasri Cheppy di era 80an. Namun Kendi sekarang bukan seperti Kendi 30 tahun silam. Walaupun wajah dan fisiknya tak banyak berubah, Kendi bukan lagi bodyguard-nya Boy. Kendi saat ini sudah menjadi wakil rakyat.

Dalam Pilkada Jawa Barat yang dilangsungkan Ahad, 13 April 2008, Kendi eh… maaf, Dede Yusuf yang diusulkan fraksi PAN bersama Cagub usungan PKS, Ahmad Heryawan hampir dipastikan akan memenangkan Pilkada di Provinsi Jawa Barat.

Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf atau HADE awalnya diperhitungkan tidak akan mampu melawan dua pasangan kuat lainnya, namun suara yang diperoleh justru memutarbalikkan prediksi lembaga-lembaga survei yang selama ini selalu menempatkan mereka dalam posisi terbawah.

Nama Dede Yusuf ternyata membawa keberuntungan tersendiri bagi pasangan ini. Dede tidak membantah bahwa keartisannya ikut mendongkrak suara. “Saya pikir tak bisa dipungkiri bahwa popularitas mengambil peranan penting, tetapi juga bukan sesuatu yang haram,” kata Dede dalam perbincangan dengan sebuah stasiun televisi.

Baca entri selengkapnya »





10 tahun usia perkawinan kami

11 04 2008

Nggak terasa perjalanan biduk rumah tangga saya dengan istri tercinta, sudah berusia 10 tahun. Sebuah usia perkawinan yang lumayan panjang. Memang tidak selalu mulus dalam melayarinya. Pasang-surut dan rintangan selalu ada namun alhamdulillah semuanya bisa teratasi.

Hari ini, 11 April sepuluh tahun lalu kami berikrar untuk memulai hidup baru dengan segala kekurangan dan kelebihan. Meski baru satu dekade, setidaknya kami sudah memiliki pengalaman menghadapi kerasnya hidup.

Dari istri, saya banyak belajar tentang kesabaran dan keuletan. Dan yang nggak ada dalam dirinya, istri saya belajar dari saya. Masing-masing kami siap untuk saling melengkapi.

Dari perkawinan kami tersebut telah lahir dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Anak pertama, Kemal sekarang usianya 7 tahun dan adiknya Ratri sudah akan empat tahun. Mereka adalah dunia kami yang lain. Dunia dimana tempat kami mencurahkan segala kasih sayang.

Di perjalanan usia yang kesepuluh ini, kami cuma berdoa supaya diberi kekuatan untuk mengisi hari-hari dengan kebaikan dan dapat mendidik anak-anak kami dengan pengetahuan agama dan budi pekerti yang baik. 

Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW “Tiada suatu pemberian yang diberikan oleh seorang ayah kepada anaknya yang lebih baik (utama) dari pada budi pekerti yang luhur”. (HR. Turmudzi di dalam kitab al-Birr was shilah, bab: tentang etika anak). (*)

Our wedding was many years ago. The celebration continues to this day.. ~Gene Perret

  

 

 





They did nothing…

10 04 2008

Ini adalah kisah lain dari Republik Jaim. Sebuah republik mini yang berisi sekumpulan orang-orang dengan perangai yang aneh-aneh.

Tersebutlah Amri, yang diberi kepercayaan presiden untuk mengerjakan sebuah proyek kerjasama dengan sebuah departemen urusan langit. Proyek ini memang selalu dipercayakan kepada Republik Jaim dan sudah dua tahun terakhir ini Amri-lah yang selalu mengerjakan proyek itu. Walau kadang-kadang ada beberapa teman dari negara lain ikut dilibatkan dan cawe-cawe, namun tetap saja hasil kerja Amri yang paling banyak.

Dengan segala keterbatasannya, Amri mengerjakan itu semua dengan ikhlas, meski seorang diri tapi ia tetap konsisten dan bertanggungjawab. Bahkan untuk hari-hari yang bertanggal merah, Amri rela datang ke kantor hanya untuk tidak mengecewakan amanat presiden. Sebulan selesailah proyek kerjasama itu. Tepatnya akhir tahun kabisat.

Tepat pada bulan keempat di tahun yang baru, seorang negoisator dari negeri tetangga datang membawa kabar gembira. Kabar tentang komisi yang diterima untuk proyek yang dikerjakan Republik Jaim dari departemen urusan langit.

Dalam hati Amri senang bukan kepalang, karena di saat-saat yang tepat rejeki bakal menghampiri dirinya. Dia pun sadara bahwa rejeki itu, bukan melulu buat dirinya. Kawan-kawannya di Republik Jaim juga harus dibagi. Itu Amri sangat setuju. Semua penduduk di republik ini harus mencicipi rejeki yang datang setahun sekali ini.

Baca entri selengkapnya »





Anfield masih bertuah

9 04 2008

Saat Adebayor melesakkan si kulit bundar ke gawang Pepe Reina menit ke-83, maka sinyal sejarah the Reds di Eropa bakalan berakhir. Julukan klub spesialis liga champion sudah tak pantas lagi disandang. Inilah saat yang paling mendebarkan bagi liverpudlians, karena sisa waktu yang kurang dari 10 menit untuk menambah gol adalah kemusyiklan.

Dengan hasil skor imbang 2-2, maka dipastikan the Gunners yang akan melaju ke semifinal, karena lebih banyak memasukkan gol ke kandang lawan. Sedang the Kops cuma memasukkan satu gol di Emirates. Namun, satu yang belum dipunyai Arsenal. Mental juara. Arsenal, pasca Adebayor menaklukan Reina, mengangap seakan-akan pertandingan sudah selesai dan siap menuju semifinal.

Padahal, dalam laga itu, bukan cuma 12 pemain the Reds yang ikut bertanding di lapangan. Ada pemain ke-13, yakni puluhan ribu liverpudlians fanatik yang selalu membanjiri Anfield sambil tak putus-putus melantunkan You’ll Never Walk Alone. Pemain ke-13 ini yang selalu ditakuti lawan kala melawat di stadion yang dibangun pada 1884. Terbukti peluru-peluru the Young Gunners dibungkam 4-2. Setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di Emirates Stadium.

Memang sebelum digunakan the Reds, stadion yang terletak di distrik Anfield ini adalah milik Everton. Klub sekota asal Liverpool yang cuma dipisahkan oleh sungai Merseyside. Namun imej orang sudah kadung terbentuk bahwa Liverpool adalah Anfield atau sebaliknya Anfield adalah Liverpool. Itulah Anfield. Stadion yang membuat merinding bagi pihak lawan dan membangkitkan emosi liverpudlians.

Sang pelatih Rafael Benitez juga mengakui, salah satu kunci yang berperan adalah Anfield. Di stadion yang menjadi markas Liverpool sejak 1892 itu sanggup mengintimidasi setiap lawan.

Baca entri selengkapnya »