Anfield masih bertuah

9 04 2008

Saat Adebayor melesakkan si kulit bundar ke gawang Pepe Reina menit ke-83, maka sinyal sejarah the Reds di Eropa bakalan berakhir. Julukan klub spesialis liga champion sudah tak pantas lagi disandang. Inilah saat yang paling mendebarkan bagi liverpudlians, karena sisa waktu yang kurang dari 10 menit untuk menambah gol adalah kemusyiklan.

Dengan hasil skor imbang 2-2, maka dipastikan the Gunners yang akan melaju ke semifinal, karena lebih banyak memasukkan gol ke kandang lawan. Sedang the Kops cuma memasukkan satu gol di Emirates. Namun, satu yang belum dipunyai Arsenal. Mental juara. Arsenal, pasca Adebayor menaklukan Reina, mengangap seakan-akan pertandingan sudah selesai dan siap menuju semifinal.

Padahal, dalam laga itu, bukan cuma 12 pemain the Reds yang ikut bertanding di lapangan. Ada pemain ke-13, yakni puluhan ribu liverpudlians fanatik yang selalu membanjiri Anfield sambil tak putus-putus melantunkan You’ll Never Walk Alone. Pemain ke-13 ini yang selalu ditakuti lawan kala melawat di stadion yang dibangun pada 1884. Terbukti peluru-peluru the Young Gunners dibungkam 4-2. Setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di Emirates Stadium.

Memang sebelum digunakan the Reds, stadion yang terletak di distrik Anfield ini adalah milik Everton. Klub sekota asal Liverpool yang cuma dipisahkan oleh sungai Merseyside. Namun imej orang sudah kadung terbentuk bahwa Liverpool adalah Anfield atau sebaliknya Anfield adalah Liverpool. Itulah Anfield. Stadion yang membuat merinding bagi pihak lawan dan membangkitkan emosi liverpudlians.

Sang pelatih Rafael Benitez juga mengakui, salah satu kunci yang berperan adalah Anfield. Di stadion yang menjadi markas Liverpool sejak 1892 itu sanggup mengintimidasi setiap lawan.

“Anda bisa merasakan atmosfir menghadapi Chelsea di semifinal, dan saya berharap sama untuk kali ini,” kata Benitez, seperti dikutip the Guardian. “Para fans juga memegang kunci. Saya perhatikan dengan seksama betapa Chelsea akan terintimidasi oleh keangkeran the Kop. Jelas sekali itu.”

Mungkin mudah untuk mengatakan tidak ada masalah dengan betapa riuhnya pendukung tuan rumah dalam partai tandang. Akan tetapi, “Ketika Anda berhadapan dengan fans kami selama 90 menit, para pemain lawan akan tidak nyaman dibuatnya. Mereka (Arsenal) sudah terbiasa tandang ke sini, tapi di Liga Champions lain. Tekanannya akan semakin besar karena menggunakan sistem gugur.

Hmm… Tuah Anfield ternyata masih ada dan nyata. Go Reds! One step closer to Moscow.

 

 

Iklan

Aksi

Information

One response

9 04 2008
asuna17

Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://infogue.com/sepak_bola/anfield_masih_bertuah/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: