Not a fairy tale: story about my friends

22 08 2008

Gue, Indro, Imul dan Rizal ceritanya adalah four horsemen ride. Cuma bedanya kami bukan  penunggang motor besar layaknya Harley Davidson, tapi para penyemplak mongtor bebek roda dua.

Sebenarnya kami berenam. Ada Boni Udin dan Hendra Biji. Namun karena keadaan, terpaksa kedua sahabat itu jarang-jarang bisa gathering sama-sama. Si Boni, paling sudah ngatur waktu, nggak pernah bisa ikutan acara. Sedang Hendra Biji mengadu nasib di negeri orang, yakni di Jeddah guna mencari sesuap nasi, segenggam berlian dan sekarung riyal.

Hatta, tempat yang biasanya buat “melepas rindu” adalah vila Laudza, milik Indro yang ada di Cisarua, Bogor. FYI, jangan mikir yang jorok-jorok dulu. Kami semuanya sudah berkeluarga dan memiliki anak. Jadi tidak mungkin bertingkah laku kayak Ryan, pelaku hetero-sexual dan mutilasi asal Jombang itu. We’re normal guys.

Persahabatan kami sudah tercipta sejak kami masih duduk di sekolah dasar, es em pe dan seterusnya. Event macam ngelancong (berburu cewek), ngobak (berenang di rawa/bekas galian), kemping, sampai jalan tanpa tujuan (biasanya naik truk sampai terakhir truk berhenti), kami lakoni bersama dengan cara seksama dan hati gembira.

Namun dari sekian para makhluk itu, cuma Rizal (foto: tengah berbaju krem) yang selalu dijadiin sansak buat di-cengin sama anak-anak yang lain. Makanya kalo kami punya rencana mau bepergian, Rizal wajib diajak. Karena selain buat ngeramein, juga sebagai wadah buat celaan.  Herannya lagi si Rizal nggak pernah marah atau nangis. Paling senyam-senyum doang. Dia tahu kalau temen-temennya terlahir emang sebagai tukang cela alias faultfinders.

Lain lagi dengan Hendra Biji, dia nih.. dulunya sekolah di es te em, jadi kalo kita mau ngeluyur, dia juga hukumnya wajib diajak. Sebab kalo ada motor yang rusak atau yang ngadat, si Hendra berubah menjadi tukang insinyur. Spesialisasi Hendra selain tukang bengkel adalah tukang keprok atau mr clapman, karena setiap dengerin lagu apapun, tangannya nggak betah kalo nggak keprok-keprok.

Baca entri selengkapnya »

Iklan




Secuil kegembiraan di ulang tahun ke-63 RI

19 08 2008

 

Banyak cara masyarakat menyambut dan meramaikan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-63 ini, tak terkecuali di perumahan dimana saya tinggal. Atmosfir tujuhbelasan sudah terasa seminggu sebelumnya dengan ramainya warga memasang bendera merah-putih dan umbul-umbul.

Acara tahunan itu diawali dengan lomba gerak jalan sehat yang diikuti oleh kaum ibu pada pagi hari. Lomba gerak jalan menjadi menu wajib tiap tahun di erte kami. Karena selain tak memerlukan biaya besar, gerak jalan juga membuat badan sehat dan menumbuhkan sikap kebersamaan.

Saya dan Kemal, anak saya yang tiap ahad pagi rutin berlari pagi bersama mendadak mengurungkan acara jogging dan segera bergabung dengan kaum ibu. Bukan apa-apa, karena kepengen meramaikan perlombaan ini, juga rute yang diambil lumayan jauh, sehingga saya pikir keringat yang dikeluarkan sama juga dengan berlari pagi.

Ahad berikutnya yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus diadakan bazar. Lebih tepatnya jualan murah yang dilakoni ibu-ibu, karena partisipan yang ambil bagian nggak begitu banyak dan barang yang didagangkan hanya berupa makanan dan pakaian.

Namun biar begitu acara ini terbilang sukses. Semua jenis jajanan yang dijual seluruhnya “sold-out”. Yang berjualan pakaian juga ikut menikmati pasar murah ini, karena beberapa potong pakaian juga ikut terjual. Acara kaum ibu ini menuai sukses, meski cuma delapan booth yang ambil bagian. Untuk tahun depan sepertinya lebih bagus jika lebih banyak yang berpartisipasi dan barang yang dijual lebih bervariasi.

Kelar bazar digelar, acara selanjutnya adalah saat yang paling ditunggu anak-anak. Apalagi kalau bukan acara perlombaan. Sayang perlombaan makan kerupuk yang justru banyak menyedot perhatian warga tidak diadakan.

Kebetulan juga dua anak saya, Kemal dan Ratri ikut serta dalam dua macam lomba, yakni lomba memasukkan bendera ke dalam botol dan memasukkan pensil ke dalam botol. Di event memasukkan pensil ke dalam botol, Kemal dapat juara satu, sementara adiknya juara dua. Namun di lomba memasukkan bendera ke dalam botol, justru Ratri yang menjadi juara satu, sedangkan Kemal tidak dapat apa-apa. Alasannya Kemal nggak juara adalah karena badannya yang tergolong subur, sehingga larinya agak susah.

Mewarnai gambar adalah perlombaan yang terakhir buat anak-anak. Lomba ini diadakan setelah seluruh kegiatan perlombaan selesai dihajat. Kemal dan Ratri juga ikut ambil bagian lomba ini. Meski tak menyabet juara, namun setidaknya mereka sudah menunjukkan hasil terbaiknya. Wal bil khusus buat si imut, Ratri yang baru berumur empat tahun, tapi sudah berani ikut lomba.

Baca entri selengkapnya »





My friend of misery

13 08 2008

misery
you insist that the weight of the world
should be on your shoulders
misery
there’s much more to life than what you see
my friend of misery

you still stood there screaming
no one caring about these words you tell
my friend before your voice is gone
one man’s fun is another’s hell
these times are sent to try men’s souls
but something’s wrong with all you see
you you’ll take it on all yourself
remember, misery loves company


James Hetfield, vokalis Metallica secara emosional namun tetap apik berhasil menciptakan nomor “my friend of misery” dalam album keempat group band itu yang bertajuk “Black Album” pada 1991. 

Dalam “My friend of misery” yang berdurasi 6,47 menit itu, James Hetfield menceritakan bagaimana seorang teman yang kerap tidak dipayungi hari-hari keberuntungannya. Sang teman diceritakan harus memikul berat dunia di atas pundaknya, yang ternyata bebannya “lebih berat” dari yang dia lihat.

Meski juga dirinya telah berteriak kencang, namun tak ada yang peduli, bahkan suaranya justru hilang. 

Saat kegembiraannya pun digambarkan merupakan kegembiraan semu. Kegembiraan ala neraka.

Dan ironisnya, dia harus menanggung beban itu seorang diri. Begitulah kisah kesengsaraan “seorang teman” yang ditulis oleh Hetfield.

Mudah-mudahan Hetfield membuat lirik lagu itu saat sedang berkhayal, atau sekedar mengungkapkan unek-uneknya, karena sepertinya kejadian itu cuma bakal dijumpai di negeri Hetfield sendiri.

Karena sejelek-jelek seorang teman atau sahabat suatu waktu kita pasti memerlukannya.

Jadi apa arti sebuah persahabatan?

Baca entri selengkapnya »





Pengkhianatan ala Juiwo

7 08 2008

 “Et tu Brutus” Itulah ucapan terakhir kaisar Julius Cesar saat mencabut belati di dadanya yang ditancapkan Brutus, orang yang selama ini sangat ia percaya.

Menjelang Pemilu 2009, sekuel pengkhianatan Brutus menjadi drama yang paling laris di ranah  politik tanah air. Para penggiat parpol ramai-ramai meneriakkan “… dan kau Brutus” pada tiap orang yang dicurigai sebagai pengkhianat.

Tapi kisah ini tidak membicarakan sejarah kaisar Julio Cesar asal negeri Romawi itu atau ingar-bingar soal ekskalasi suhu perpolitikan nasional.

Namun kasus yang agak mirip-mirip bisa dijumpai di Juiwo, sebuah kerajaan yang terletak di planet Vovodin. Planet dari galaksi Metafora.

Berikut kisah singkatnya:

Rosewyn berdiri angkuh. Tugas mulia telah ia mainkan dengan baik. Para punggawa kongsinya, tersenyum dan mengangguk.

Kini tak ada lagi yang menghalangi Rosewyn untuk berlaku sesukanya. Satu persatu penghalang telah tersingkir.

“Sekarang tak ada lagi yang bisa mengatur-atur aku,” teriak Rosewyn bangga. Ia sudah hilang kesadaran dan mabuk anggur kemenangan. Sokongan besar dari kongsinya telah membutakan matahatinya. Rosewyn ditempatkan pada maqam tertinggi. Puncak ketenaran. Meski itu semu.

Punggawa yang loyal terhadap sang raja Antonius Cesare mencoba untuk merajuk Rosewyn agar santun berpolitik di negeri ini. Tapi perempuan muda itu tak menggubrisnya, ia bahkan menantang Dante yang menjadi guru spiritualnya.

Selama ini Dante mencoba memberi arah kepada Rosewyn agar tak keliru jalan. Sebab ia khawatir sewaktu-waktu Rosewyn akan tergelincir menjadi pribadi yang sombong. Namun kepongahan Rosewyn mengalahkan nasihat bijak Dante. Rosewyn tak ambil peduli.

“Saatnya kini menunjukkan siapa aku,” ucap Rosewyn.

“Mumpung belum ada yang bisa mengalahkan aku saat ini, aku harus menanamkan doktrin “semua akan butuh aku tanpa kecuali”,” sambungnya.

Baca entri selengkapnya »





Tuah nomor tujuh di Liverpool

4 08 2008

Punya nama besar dalam lintas sepakbola tidak juga menjamin hilangnya sisi-sisi magis. Paling tidak fakta ini menerpa salah satu klub elite Liga Premier Liverpool yang justru menganggap kostum pemain bernomor tujuh sebagai tuah pembawa berkat.

Inilah sepakbola yang menyimpan dunia aneka sisi hidup manusia, dari yang nyata, sampai yang magis sekali pun.

Liverpool punya sederet nama pemain legendaris seperti Kevin Keegan, Kenny Dalglish dan Peter Beardsley. Dulu, mereka mengenakan kostum bernomor tujuh. Kini, Robbie Keane coba berlaku sama, demikian diwartakan AFP. Ini tentu tidak dimaksudkan sebagai sekedar aksi gagah-gagahan, tetapi justru mengundang makna.

Sejak kedatangan Keegan di Anfield pada tahun 1970-an, Liverpool mendulang serangkaian kenangan sukses kepada pemain berkostum nomor tujuh. Mereka umumnya tampil sebagai pemain yang dinamis, yang mampu mendongkrak inspirasi tim dalam meraih prestasi tinggi.

Ketika Dalglish, yang disebut sebagai salah satu ikon sepanjang perjalanalan Liverpool, tampil sebagai manajer pada awal 1980-an, ia meneruskan tradisi itu kepada Beardsley. Predikat dilekatkan kepada pemain ini sebagai penyerang yang punya kelas.

Ternyata sebutan itu ada buktinya. Beardsley tampil sebagai salah seorang pemain dalam skuad The Reds yang mampu memenangi gelar Liga Premier pada 1990. Bersama dengan rekan satu timnya John Barnes dan John Aldridge, ia mengobarkan fanatisme di kalangan pendkung Liverpool saat itu. Keane tampaknya jatuh hati kepada sepakbola indah yang diusung oleh Liverpool. Ini yang terus membayangi dan menyemangati dirinya.

Kemudian Rafa Benitez menawarkan kesempatan kepada pemain berusia 28 tahun itu untuk bergabung ke Anfield. Liverpool membandrol Keane senilai 20 juta poundsterling atau 25 juta euro bulan lalu. Keane menyambut gembira tawaran itu. “Ketika tawaran dilontarkan oleh Liverpool, maka ini alasan mengapa saya hadir di sini,” kata Keane.

Baca entri selengkapnya »